Kamis, 01 Juli 2010

nilai......

Libur telah tiba

Libur telah tiba

Hore

Hore

Hore

Hmmmm… ga kerasa bentar lagi musim liburan dan pastinya dah banyak rencana- rencana yangtelah dibuat untuk mengisi liburan kita.ada yang memepunyai rencana berlibur ke tempat-tempat parwisata atau hanya duduk dirumah berkumpul bersama keluarga.

Namun pernahkah kalian berfikir kalau musim liburan adalah saat-saat h2c (harap-harap cemas).

Ya.. Harap-Harap cemas menunggu ujian atau nilai…

O ya…

Ngomong –ngomong soal nilai , pernahkah kalian berfikir kalau nilai itu bisa mempengaruhi psikis seseorang??

Klo belum…

Ayo kita share bareng.

Menurut pengamatan saya, nilai itu ibarat sebuah emas.. jika kita menginginkannya kita akan cemas namun jika kita memilikinya pun kita akan cemas, kenapa???

Ketika kita mengingkannya kita cemas apakah keinginan kita bisa jadi kenyataan?? Atau hanya sekedar angan-angan belaka.

Hal ini berlaku ketika kita h2c (harap-harap cemas ) dengan nilai yang kita peroleh. Cemas apakah nilai yang kita peroleh sesuai dengan harapan atau hanya sekedar angan- angan yang numpang lewat di fikiran kita?.Dan hal ini berlaku bagi orang-orang yang sekolah baik itu formal maupun non formal, tua ataupun muda dan di berbagai tingkatan .

Dalam mewujudkan impian memiliki sebuah emas, banyak orang yang berusaha dalam jalur yang ‘ benar’ atau jalur yang mereka anggap ‘ benar‘. Sama halnya dalam memperoleh nilai, sebagian orang mengusahakan dalam jalur yang ‘ benar‘ dan sebagian lagi mengusahakan pada jalur yang mereka anggap ‘ benar’. Mengapa ada jalur yang dinamakan jalur yang mereka anggap ‘ benar‘. Jalur ini adalah jalur yang dianggap benar oleh mereka yang mengerjakan tapi jalur ini tidak sesuai dengan aturan. Dengan kata lain menghalalkan segala cara.

Btw, sebenarnya nilai itu apa sih??

Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna
bagi manusia. Di dalam kehidupan manusia, nilai berperan sebagai standar yang mengarahkan tingkah laku. Nilai membimbing individu untuk memasuki suatu situasi dan bagaimana individu bertingkah laku dalam situasi tersebut (Rokeach, 1973; Kahle dalam Homer & Kahle, 1988). Nilai menjadi kriteria yang dipegang oleh individu dalam memilih dan memutuskan sesuatu (Williams dalam Homer & Kahle, 1988). Danandjaja (1985) mengemukakan bahwa nilai memberi arah pada sikap, keyakinan dan tingkah laku seseorang, serta memberi pedoman untuk memilih tingkah laku yang diinginkan pada setiap individu. Karenanya nilai berpengaruh pada tingkah laku sebagai dampak dari pembentukan sikap dan keyakinan, sehingga dapat dikatakan bahwa nilai merupakan faktor penentu dalam berbagai tingkah laku sosial (Rokeach, 1973; Danandjaja, 1985).

Pengaruh nilai dalam tingkah laku manusia, terlihat ketika manusia mendapatkan nilai tersebut. Jika kita mendapatkan sebuah nilai bagus kita akan merasa gembira dan bahagia plus rasa percaya diri kita bertambah. Sebaliknya ketika kita mendapat nilai buruk kita akan merasa sedih , kesal,marah dan merasa bahwa kehidupan ini akan segera berakhir biasanya kita kehilangan kepercayaan diri. Nah klo sudah seperti ini apa yang harus dilakukan???

  1. Yakinkan pada diri sendiri bahwa nilai yang kita peroleh adalah pure atau murni dari hasil kerja keras/ usaha kita.

Jika kita yakin kalau nilai itu benar-benar hasil kerja keras kita ,kita tidak akan pernah menyesal dan menjadikan itu sebuah pengalaman. Hal ini bisa di peroleh dengan catatan :jika kita berusaha dengan cara yang benar, sesuai dengan aturan.

  1. Yakin bahwa Allah pasti memberikan hal yang terbaik.

Apapun yang nilai yang kita dapat , baik atau buruk, semua itu telah diatur oleh Allah. Kadang kita sering merasa bahwa apa yang kita dapat itu belum sesuai dengan usaha kita. Cobalah ambil sisi positif dari setiap nilai yang kita peroleh . simpelnya gini : jika kita kebetulan mendapat nilai bagus, setelah mengucap syukur , kita berfikir bahwa nilai yang kita peroleh adalah nilai yang Allah beri agar kita selalu rajin dalam mencari ilmu Allah. Nah, jika kita kebetulan memperoleh nilai jelek, bisa jadi Allah menegur kita atau menjaga kita agar terhindar dari sifat takabur.

  1. Yakin bahwa ini bukan akhir dari segalanya

Dunia tidak akan kiamat hanya karena kita mendapat nilai jelek. Selama Allah masih memberi kita hidup selama itulah kesempatan kita terbuka luas untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas diri.

Hal ini sesuai dengan QS Ar- Ra’du ayat 11 :

“ sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan sebuah kaum hingga mereka (kaum itu) merubah keadaan mereka sendiri”

Ibuku sering berkata “ Lihatlah langit. Selama langit itu luas selama itu pula kesempatan kita sukses terbuka lebar”. Wallahu’alam.

Referensi :

Al- Qur’an dan Terjemahnya

http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/aspek-nilai.html